Gubernur Jambi Diam, KDM Bantu Guru Honorer Jadi Tersangka: Kepemimpinan Al Haris Gagal?

 

CekiNews.com - Kasus guru honorer di Jambi yang ditetapkan sebagai tersangka memicu reaksi keras masyarakat. Sementara itu, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menunjukkan keberpihakan nyata dengan membantu guru tersebut, namun Gubernur Jambi Al Haris masih bungkam.

KDM hadir bukan sekadar memberi bantuan, tetapi juga menyampaikan pesan moral: guru harus dilindungi, bukan dikriminalisasi. Sikap ini menuai apresiasi luas dari masyarakat karena menunjukkan keberpihakan pada keadilan dan kemanusiaan.

Namun, diamnya Gubernur Jambi memunculkan kesan pembiaran. Padahal, Gubernur memiliki kewenangan moral dan politik untuk berdiri di garda depan membela tenaga pendidik.

"Apakah guru honorer hanya dianggap angka dalam data, bukan manusia yang perlu dilindungi?" tanya masyarakat Jambi.

Masyarakat menunggu langkah konkret dari Gubernur Jambi. Apakah Al Haris akan tetap diam, atau akhirnya berdiri bersama guru honorer?(*) 

0 Komentar

‎ ‎7 Bulan Tanpa Kepastian, Kasus Pencurian Emas Senilai 600 Juta di Tanjab Timur Disorot

CekiNews.com   – Penanganan kasus kriminal di wilayah hukum Kabupaten Tanjung Jabung Timur kembali mendapat sorotan. H. Ambo Acok, seorang warga Dusun Karya Bakti, Desa Lagan Tengah, Kecamatan Geragai, menyatakan kekecewaannya atas lambatnya progres penanganan kasus pencurian yang menimpa dirinya pada awal September tahun 2025 lalu. ‎ Kronologi Kejadian ‎Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Senin, 1 September 2025 silam. Saat itu, kediaman H. Ambo Acok dalam keadaan kosong. Pencuri berhasil menggasak sejumlah harta benda berharga, di antaranya sejumlah perhiasan emas berkisar 200 gram atau setara 600juta, satu unit telepon genggam, sejumlah uang tunai. ‎H. Ambo Acok mengungkapkan bahwa selama dua bulan pertama setelah kejadian, hampir tidak ada perkembangan berarti dari pihak kepolisian setempat. Merasa laporannya jalan di tempat, korban kemudian berinisiatif mencari keadilan dengan mendatangi pihak Kepolisian Daerah (Polda) untuk melaporkan keluhannya. ‎"Sekitar dua bulan ti...