CekiNews.com - Kasus guru honorer di Jambi yang ditetapkan sebagai tersangka memicu reaksi keras masyarakat. Sementara itu, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menunjukkan keberpihakan nyata dengan membantu guru tersebut, namun Gubernur Jambi Al Haris masih bungkam.
KDM hadir bukan sekadar memberi bantuan, tetapi juga menyampaikan pesan moral: guru harus dilindungi, bukan dikriminalisasi. Sikap ini menuai apresiasi luas dari masyarakat karena menunjukkan keberpihakan pada keadilan dan kemanusiaan.
Namun, diamnya Gubernur Jambi memunculkan kesan pembiaran. Padahal, Gubernur memiliki kewenangan moral dan politik untuk berdiri di garda depan membela tenaga pendidik.
"Apakah guru honorer hanya dianggap angka dalam data, bukan manusia yang perlu dilindungi?" tanya masyarakat Jambi.
Masyarakat menunggu langkah konkret dari Gubernur Jambi. Apakah Al Haris akan tetap diam, atau akhirnya berdiri bersama guru honorer?(*)

0 Komentar