Kontradiksi di Batang Asai: Di Balik Senyum Safari Ramadhan Gubernur, Ada Rakyat yang Memblokade Tambang Ilegal


BekiNews.com – Kunjungan Safari Ramadhan Gubernur Jambi, Al Haris, yang turut dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati ke Kecamatan Batang Asai memicu gelombang kritik pedas. Narasi "Pemerataan Pembangunan" yang didengungkan para pimpinan daerah di "Kampung Para Tokoh" tersebut dinilai berbanding terbalik dengan kemarahan warga lokal yang baru-baru ini melakukan aksi blokade terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Rio Jodiansyah, Ketua Gerakan Bersama Rakyat Kampus (GBRK), menilai kehadiran jajaran pimpinan daerah tersebut hanyalah "kosmetik politik" yang gagal menangkap jeritan nyata masyarakat di tingkat bawah.

Dalam kunjungannya, Gubernur bersama jajaran pimpinan kabupaten menegaskan komitmen pemerintah untuk memeratakan pembangunan hingga ke pelosok. 

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa jalan-jalan di Batang Asai justru hancur akibat mobilitas alat berat dan aktivitas tambang ilegal yang tak terkendali.

 "Sangat ironis melihat Gubernur, Bupati, dan Wakil Bupati bicara pembangunan merata di tengah kepulan asap mesin tambang dan keruhnya air sungai Batang Asai," tegas Rio Jodiansyah. "Apakah pembangunan yang dimaksud adalah membiarkan infrastruktur hancur demi keuntungan segelintir pemain tambang?".

Aksi blokade yang dilakukan warga Batang Asai menjadi bukti nyata bahwa keamanan ekosistem dan sektor pariwisata desa kini berada di ujung tanduk. GBRK menyoroti beberapa poin kegagalan pengawasan pemerintah daerah

 Aktivitas PETI telah merusak potensi wisata alam yang seharusnya menjadi penggerak ekonomi berkelanjutan bagi warga desa.

Penggunaan merkuri dalam tambang ilegal secara nyata mengancam akses air bersih dan kesehatan jangka panjang masyarakat Batang Asai.

Kehadiran pejabat nomor satu Jambi beserta pimpinan kabupaten di lokasi yang menjadi "sarang" PETI tanpa tindakan tegas terhadap aktor intelektual dianggap sebagai bentuk pembiaran.

Rio Jodiansyah menantang Gubernur, Bupati, dan Wakil Bupati untuk tidak hanya membawa janji pembangunan fisik saat Safari Ramadhan, tetapi juga membawa nyali untuk menghentikan aktivitas PETI.

"Rakyat tidak butuh sekadar nasi kotak atau bantuan sembako jika di saat yang sama lingkungan mereka diperkosa oleh tambang ilegal," tutup Rio. 

GBRK mendesak agar seluruh jajaran pemerintahan berhenti bersandiwara dan segera melakukan tindakan nyata untuk memulihkan lingkungan Batang Asai sebelum terjadi bencana ekologis permanen.

0 Komentar

DARI PRODUKSI HINGGA TATA KELOLA, PTPN IV REGIONAL 4 JAMBI TERUS MENUNJUKKAN KEMAJUAN

  Cekinews.com - Jakarta, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional 4 Jambi terus menunjukkan perkembangan positif seiring dengan proses transformasi perusahaan yang mencakup peningkatan kinerja operasional, penguatan tata kelola, digitalisasi sistem kerja, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan hubungan dengan para pemangku kepentingan. Sebagai salah satu wilayah operasional penting PTPN IV PalmCo, Regional 4 memiliki cakupan usaha perkebunan yang luas di wilayah Jambi dan Sumatera Barat. Pengelolaan wilayah tersebut membutuhkan koordinasi yang kuat antara aspek operasional dan fungsi pendukung agar target perusahaan dapat berjalan secara terukur dan berkelanjutan. Dari sisi operasional, sejumlah unit kerja mencatat capaian yang positif. Salah satunya terlihat dari kinerja Pabrik Sungai Bahar II Group yang mampu melampaui target produksi tahun 2024. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa penguatan koordinasi antara manajemen regional, unit kebun, pabrik d...