Babak Kepemimpinan Baru, PHR Zona 1 Siap Pacu Pasokan Migas Nasional

CekiNews.com - Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1, bagian dari PHR Regional 1, memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Mefredi sebagai General Manager. Kehadiran Mefredi menambah semangat dan optimisme dalam pengelolaan operasi hulu migas di Zona 1, yang mencakup Wilayah Kerja PEP Jambi, PEP Lirik, PHE Jambi Merang, PHE North Sumatra Offshore (NSO), PEP Pangkalan Susu, dan PEP Rantau.

Mefredi melangkah ke PHR Zona 1 di tengah kinerja operasional yang terjaga. Sepanjang 2025, enam wilayah kerja Zona 1 mempertahankan capaian produksi melalui pengelolaan operasi yang konsisten dan optimalisasi berkelanjutan, yaitu performa produksi minyak mencapai 19.709 BOPD dan gas 222.34 MMSCFD.

Sebagai upaya menjaga ketahanan energi, PHR Zona 1 juga telah menjalankan 13 kegiatan pengeboran, 6 workover (WO), 177 well intervention (WI), serta 415 well service (WS) dengan mengedepankan aspek Health, Safety, Security, dan Environment (HSSE) yang tercatat nihil kecelakaan kerja sepanjang 2025.

Mefredi menekankan bahwa peningkatan produksi tidak hanya soal volume, melainkan juga keandalan fasilitas, kesinambungan pengembangan lapangan, dan pengelolaan aset yang bertanggung jawab.

"Kami berkomitmen untuk memastikan aset eksisting dapat dioperasikan secara aman, produksi terus membaik melalui keandalan fasilitas, serta pengembangan lapangan secara terukur agar keberlanjutan produksi tetap terjaga," ujarnya.

Langkah Mefredi dalam menjaga konsistensi kinerja di seluruh wilayah kerja diterapkan melalui pendekatan empat pilar (4P), yaitu penguatan integritas personel (people), keandalan fasilitas produksi (plant), memastikan safe, reliable dan sustainable proses operasional (process), serta pengukuran kinerja yang terintegrasi (performance).(*)

0 Komentar

Tewasnya Massa Aksi di Lahan Pertamina, GBRK Semprot Pemprov Jambi: “Cermin Telanjang Matinya Nurani Penguasa!”

JAMBI, — Gerakan Bersama Rakyat Kampus (GBRK) melontarkan kritik keras nan menohok yang diarahkan langsung kepada jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi pasca-tewasnya salah satu massa aksi, inisal Er (63), warga terdampak sengketa lahan Zona Merah PT Pertamina di Kenali Asam Atas, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi. Ketua GBRK, Rio Jodiansyah, menegaskan bahwa tewasnya massa aksi di Kenali Asam Atas bukan sekadar musibah di lapangan, melainkan cermin telanjang dari matinya nurani serta bobroknya fungsi pelayanan publik di Provinsi Jambi. "Almarhum menghembuskan napas terakhirnya di atas tanah sengketa yang ia bela mati-matian sejak pagi hari," ujar Rio Jodiansyah. Dugaan serangan jantung akibat kelelahan fisik ekstrem dan tekanan emosional mendalam menghentikan langkah sang veteran perlawanan warga tersebut. Tragedi ini menjadi puncak gunung es dari kebebalan birokrasi di Provinsi Jambi. Bertahun-tahun warga Kenali Asam Atas memperjuangkan hak atas tanah pemukimannya, be...