Oknum Pejabat Merangin Diduga Fasilitasi Negosiasi Tambang Emas Ilegal dengan Aparat

MERANGIN – Sebuah dugaan keterlibatan oknum pejabat daerah dalam aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali mencuat. 

Azwar Rais, salah satu tokoh sekaligus pejabat di Merangin, diduga menjadi fasilitator dalam pertemuan negosiasi antara pemilik alat berat, aparat kepolisian (Polres), dan TNI (Kodim) dengan Kepala Desa (Kades) setempat.

Dugaan ini muncul setelah tersebarnya rekaman percakapan yang menunjukkan adanya koordinasi terkait aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut. 

Dalam percakapan itu, Azwar Rais mengaku hanya berperan sebagai penghubung untuk mempertemukan pihak aparat dengan Kepala Desa atas permintaan pemilik alat berat.

Dalam pembelaannya, Azwar menyatakan bahwa tindakannya tersebut semata-mata untuk membantu kelancaran komunikasi antarpihak dan tidak mengetahui detail substansi yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

>"Aku memfasilitasi orang Kodim dan Polres ketemu dengan Kades. Apapun pembahasannya, aku tidak tahu. Jangan salah pelintir, aku hanya membantu mempertemukan mereka," ujar Azwar dalam rekaman tersebut.> 

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak memegang data teknis terkait alat berat maupun izin operasional, melainkan hanya menjalankan peran sebagai tokoh masyarakat yang dimintai bantuan untuk mediasi.

Meski Azwar berdalih hanya sebagai mediator, tudingan miring tetap diarahkan kepadanya. Pasalnya, aktivitas tambang emas ilegal merupakan tindak pidana yang merusak lingkungan.

Memfasilitasi negosiasi antara pemilik alat ilegal dengan aparat dan aparat desa dianggap sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas kriminal tersebut.

Pihak penanya dalam percakapan tersebut sempat menyentil posisi Azwar sebagai tokoh intelektual yang seharusnya berdiri di barisan depan penegakan hukum, bukan justru membantu proses negosiasi di balik layar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polres Merangin maupun Kodim terkait klaim Azwar yang menyebut mereka terlibat dalam pertemuan tersebut. 

Masyarakat mendesak agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas keterlibatan oknum-oknum pejabat yang diduga menjadi "payung" bagi para pelaku PETI di Jambi.

0 Komentar

DARI PRODUKSI HINGGA TATA KELOLA, PTPN IV REGIONAL 4 JAMBI TERUS MENUNJUKKAN KEMAJUAN

  Cekinews.com - Jakarta, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional 4 Jambi terus menunjukkan perkembangan positif seiring dengan proses transformasi perusahaan yang mencakup peningkatan kinerja operasional, penguatan tata kelola, digitalisasi sistem kerja, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan hubungan dengan para pemangku kepentingan. Sebagai salah satu wilayah operasional penting PTPN IV PalmCo, Regional 4 memiliki cakupan usaha perkebunan yang luas di wilayah Jambi dan Sumatera Barat. Pengelolaan wilayah tersebut membutuhkan koordinasi yang kuat antara aspek operasional dan fungsi pendukung agar target perusahaan dapat berjalan secara terukur dan berkelanjutan. Dari sisi operasional, sejumlah unit kerja mencatat capaian yang positif. Salah satunya terlihat dari kinerja Pabrik Sungai Bahar II Group yang mampu melampaui target produksi tahun 2024. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa penguatan koordinasi antara manajemen regional, unit kebun, pabrik d...