Bank Jambi Berdalih Maintanance, Beredar Beberapa Rekening Terkuras, Keamanannya Lemah!

CekiNews.com – Kepercayaan publik terhadap sistem perbankan daerah kembali diuji. Kali ini, nama Bank 9 Jambi menjadi sorotan tajam setelah beredarnya pesan berantai WhatsApp pada Minggu (22/2/2026) yang mengabarkan dugaan pembobolan sejumlah rekening nasabah dengan nilai fantastis.

Dalam pesan yang viral tersebut, disebutkan dana nasabah raib dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp5 juta, Rp14 juta hingga mencapai Rp100 juta. Lebih mengejutkan lagi, kabar yang beredar menyebutkan bahwa rekening milik pimpinan cabang di Sarolangun juga turut menjadi korban.

Isi pesan yang menyebar luas di tengah masyarakat berbunyi:

“Tabungan rekening di Bank Jambi milik saya dan istri dijebol alias dikuras. Setelah menelpon kepala Bank Jambi Sarolangun, ternyata rekening beliau juga kena jebol. Untuk itu agar Bapak dan Ibu mengecek rekeningnya masing-masing.”

Tak hanya itu, dalam pesan tersebut juga disebutkan bahwa sistem Bank Jambi untuk sementara dimatikan guna mencegah peretasan lebih lanjut. Jika benar demikian, publik tentu berhak bertanya: ada apa dengan sistem keamanan bank kebanggaan daerah ini?

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan besar yang tak bisa diabaikan:

Bagaimana sistem keamanan internal Bank 9 Jambi bisa ditembus? Apakah ada kelalaian atau kelemahan sistem?

Apakah pembobolan ini murni faktor eksternal, atau ada indikasi keterlibatan orang dalam?

Di era digitalisasi perbankan yang seharusnya mengedepankan enkripsi berlapis, sistem deteksi fraud real-time, serta perlindungan siber berstandar tinggi, kejadian seperti ini jelas menjadi tamparan keras. Terlebih jika benar sampai menyentuh rekening pejabat internal sendiri — hal itu justru semakin menguatkan dugaan adanya celah serius dalam sistem pengamanan.

Nasabah bukan hanya menitipkan uang, tetapi juga kepercayaan. Jika sistem bisa ditembus sedemikian rupa, publik pantas menuntut transparansi total. Apakah sudah ada audit forensik digital? Apakah OJK telah diberitahu? Apakah dana nasabah yang terdampak akan dijamin dan dikembalikan penuh?

Keamanan sistem perbankan bukan sekadar janji di brosur, melainkan kewajiban mutlak yang tak boleh gagal.

Publik kini menanti jawaban. Bukan sekadar penjelasan, tetapi bukti bahwa uang mereka benar-benar aman.(*) 

0 Komentar

Aksi Jilid IV di DPP NasDem, Massa: Kami Tidak Akan Berhenti Sampai Dugaan Politisasi PIP Oleh Kader Nasdem Diusut

CekiNews Jakarta, – Massa yang tergabung dalam gerakan Indonesia Menggugat kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem di Jakarta. Aksi yang berlangsung pada Jumat (11/7/2025) tersebut merupakan aksi jilid IV yang dilakukan secara berkelanjutan untuk mendesak pengusutan dugaan penyalahgunaan Program Indonesia Pintar (PIP) Jalur Aspirasi di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Dalam aksi tersebut, massa membentangkan spanduk berisi tuntutan agar dugaan politisasi bantuan pendidikan dan penyalahgunaan Program Indonesia Pintar (PIP) Jalur Aspirasi yang menyeret nama Anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi NasDem, Ratih Megasari Singkarru, diusut secara transparan dan menyeluruh oleh pihak yang berwenang. Koordinator aksi menyatakan bahwa demonstrasi yang telah memasuki jilid keempat ini merupakan bentuk konsistensi gerakan dalam mengawal isu pendidikan yang dinilai menyangkut hak dasar masyarakat miskin. Menurut mereka, berbagai laporan dan...