Ditanya Soal Fee 2,5 M Kasus DAK Disdik, Gubernur Jambi Al Haris Kabur

CekiNews.com - Gubernur Jambi Al Haris bungkam saat ditanya awak media terkait adanya keterlibatan dirinya soal permintaan fee Rp2,5 miliar yang terungkap pada fakta persidangan kasus korupsi DAK di Pengadilan Negeri Jambi.

Al Haris tampak langsung lari menghindar memasuki lift gedung Mahligai seusai melaksanakan rapat umum pemegang saham (RUPS) Bank Jambi, pada Rabu (25/02/2026) malam.

Awalnya Al Haris masih meladeni pertanyaan wartawan seputar insiden serangan siber yang menyasar Bank Jambi. Kemudian ia masih menjawab persoalan warga Jambi yang jadi korban loker scam Kamboja.

Namun ketidaknyamanan terlihat saat Al Haris dimintai komentar soal munculnya namanya dalam permintaan fee Rp2,5 miliar, Al Haris memilih diam dan segera menuju lift.

Ketika ditunggu di ruang lobi gedung Mahligai, Al Haris justru tidak muncul. Tak berselang lama, mobil yang ditumpanginya kemudian bergerak dari parkir lobi utama menuju parkir basement.

Diketahui, dalam sidang korupsi DAK pada Rabu (11/02/2026) lalu, nama Al Haris muncul dalam berita acara pemeriksaan (BAP) saksi Jajang Heru Nurjaman, yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam keterangan BAP itu, Al Haris disebut berupaya meminta fee proyek melalui mantan Kadisdik Jambi, Varial Adi Putra, yang kini telah berstatus tersangka.

“Kemudian di Januari 2022 Varial Adi meminta Rp 2 Miliar hingga Rp 2,5 M untuk pak Gubernur Jambi,” kata Jaksa saat membacakan BAP saksi Jajang Heru.

Menurut JPU, saksi Jajang  menyebut bahwa Rudi menawarkan nilai pengadaan sebesar Rp5 miliar dan menjanjikan tambahan dana dari dana BOS jika jumlahnya kurang. “Pada Januari 2022, Varial Adi meminta Rp2–2,5 miliar,” jelas jaksa di persidangan.

Jajang juga mengungkapkan pernah beberapa kali datang ke Jambi untuk membahas pengadaan alat praktik SMK. Termasuk mengunjungi rumah pribadi Varial Adi, di mana mereka meninjau data dan anggaran pengadaan secara langsung.

Saksi lainnya, Anastasya, staf keuangan PT TDI, mengungkap adanya transfer dana dari PT TDI ke beberapa pihak terkait kasus ini. Rinciannya, kepada terdakwa Wawan, beberapa kali transfer: Rp100 juta dan 6 kali masing-masing Rp50 juta.

Lalu, ke saksi Jajang, beberapa kali transfer: Rp300 juta, Rp50 juta, dan Rp10 juta. Ke terdakwa Rudi Wage, beberapa kali transfer: Rp700 juta, Rp20 juta, Rp15 juta, Rp100 juta, Rp500 juta, Rp100 juta, dan Rp250 juta. “Transferan dilakukan berdasarkan perintah atasan,” kata Anastasya.

Permintaan fee Rp2.5 miliar tersebut disampaikan oleh Varial Adi Putra kepada Jajang di sebuah pertemuan, yang juga dihadiri terdakwa Rudi Wage selaku broker proyek DAK. Fee itu diminta dengan menawarkan proyek senilai Rp5 miliar.

Dalam kasus ini, sebanyak 7 total tersangka yang ditetapkan penyidik Polda Jambi dalam dugaan kasus tindak pidana korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) SMK. Berdasarkan perhitungan Jaksa, kerugian keuangan negara diperkirakan mencapai Rp21,8 miliar, terutama berasal dari penyedia, yakni PT TDI (nilai kerugian terbesar), PT AKP, PT MIT, PT PAS, dan PT STN.(*) 

0 Komentar

DARI PRODUKSI HINGGA TATA KELOLA, PTPN IV REGIONAL 4 JAMBI TERUS MENUNJUKKAN KEMAJUAN

  Cekinews.com - Jakarta, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional 4 Jambi terus menunjukkan perkembangan positif seiring dengan proses transformasi perusahaan yang mencakup peningkatan kinerja operasional, penguatan tata kelola, digitalisasi sistem kerja, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan hubungan dengan para pemangku kepentingan. Sebagai salah satu wilayah operasional penting PTPN IV PalmCo, Regional 4 memiliki cakupan usaha perkebunan yang luas di wilayah Jambi dan Sumatera Barat. Pengelolaan wilayah tersebut membutuhkan koordinasi yang kuat antara aspek operasional dan fungsi pendukung agar target perusahaan dapat berjalan secara terukur dan berkelanjutan. Dari sisi operasional, sejumlah unit kerja mencatat capaian yang positif. Salah satunya terlihat dari kinerja Pabrik Sungai Bahar II Group yang mampu melampaui target produksi tahun 2024. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa penguatan koordinasi antara manajemen regional, unit kebun, pabrik d...