KPK Didesak Prioritaskan Usut Aliran Fee Proyek Pembangunan Stadion Swarnabhumi

CekiNews.comKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak memprioritaskan penelusuran dugaan fee proyek dalam pembangunan Stadion Swarnabhumi Jambi menyusul laporan masyarakat terkait dugaan korupsi yang menyeret Gubernur Jambi Al Haris.

Pengamat sekaligus akademisi Dr. Noviardi Ferzi menilai, pola korupsi pada proyek infrastruktur daerah hampir selalu bermula dari praktik commitment fee atau pembagian keuntungan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

“Kalau KPK ingin cepat menemukan titik terang, fokuskan dulu pada aliran fee proyek. Biasanya itu pintu masuk paling efektif untuk membongkar jejaring, mulai dari pejabat teknis, rekanan, hingga aktor politik,” ujar Noviardi Ferzi, Senin (9/2/2026).

Ia menjelaskan proyek bernilai besar seperti Stadion Swarnabhumi yang mencapai sekitar Rp244 miliar dari APBD sangat rawan disusupi praktik rente. Modus yang kerap terjadi meliputi pengaturan pemenang tender, penggelembungan anggaran, hingga pembagian komisi di balik layar.

Menurut Noviardi, KPK perlu segera menelusuri proses lelang proyek, relasi antara kontraktor dengan pejabat daerah, aliran dana nonformal, serta perubahan spesifikasi teknis yang berpotensi menjadi celah mark up anggaran.

“Kalau dugaan fee ini terbukti, maka konstruksi perkaranya akan jauh lebih kuat. Jangan hanya berhenti di administrasi proyek, tapi kejar beneficial owner-nya,” tegasnya.

Sebelumnya, KPK menyatakan tengah menindaklanjuti laporan pengaduan masyarakat terkait dugaan korupsi pembangunan Stadion Swarnabhumi Jambi. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memastikan setiap aduan akan diverifikasi dan dianalisis untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Laporan tersebut diajukan Amanah Rakyat Indonesia (AMATIR), yang menyebut adanya dugaan penyimpangan pada proyek stadion di Kabupaten Muaro Jambi dengan nilai kontrak sekitar Rp244 miliar, termasuk dugaan keterlibatan sejumlah pejabat teknis dan pihak rekanan.

Noviardi Ferzi menambahkan, kasus ini menjadi ujian serius bagi komitmen pemberantasan korupsi di daerah. Menurutnya, publik menunggu keberanian KPK menembus tembok kekuasaan lokal.

“Kalau dugaan fee ini bisa dibuka, efek jera akan terasa luas, bukan hanya di Jambi, tetapi juga nasional,” pungkasnya.(*) 

Cc

0 Komentar

Aksi Jilid IV di DPP NasDem, Massa: Kami Tidak Akan Berhenti Sampai Dugaan Politisasi PIP Oleh Kader Nasdem Diusut

CekiNews Jakarta, – Massa yang tergabung dalam gerakan Indonesia Menggugat kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem di Jakarta. Aksi yang berlangsung pada Jumat (11/7/2025) tersebut merupakan aksi jilid IV yang dilakukan secara berkelanjutan untuk mendesak pengusutan dugaan penyalahgunaan Program Indonesia Pintar (PIP) Jalur Aspirasi di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Dalam aksi tersebut, massa membentangkan spanduk berisi tuntutan agar dugaan politisasi bantuan pendidikan dan penyalahgunaan Program Indonesia Pintar (PIP) Jalur Aspirasi yang menyeret nama Anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi NasDem, Ratih Megasari Singkarru, diusut secara transparan dan menyeluruh oleh pihak yang berwenang. Koordinator aksi menyatakan bahwa demonstrasi yang telah memasuki jilid keempat ini merupakan bentuk konsistensi gerakan dalam mengawal isu pendidikan yang dinilai menyangkut hak dasar masyarakat miskin. Menurut mereka, berbagai laporan dan...