Sistem IT Bank Jambi Diduga 'Jalan di Tempat' Sejak 2012, Keamanan Nasabah Terancam?

Gedung Mahligai Bank Jambi.
CekiNews.com – Di balik gangguan layanan yang meresahkan masyarakat baru-baru ini, sebuah fakta mengejutkan mulai terkuak ke publik. Bank Jambi kini tengah menjadi sorotan tajam setelah muncul dugaan kuat bahwa infrastruktur teknologi informasi (IT) yang mereka gunakan belum pernah menyentuh tahap upgrade besar sejak tahun 2012.

Laporan internal yang beredar menyebutkan bahwa sistem perbankan tersebut seolah dibiarkan "jalan di tempat" selama lebih dari satu dekade. Padahal, dalam standar industri keuangan modern, pemeliharaan (maintenance) dan pengembangan (development) sistem idealnya dilakukan secara berkala setiap tahun untuk menangkal ancaman siber yang kian canggih.

Dampak Nyata bagi Nasabah

Ketertinggalan teknologi ini diduga menjadi akar penyebab seringnya terjadi gangguan teknis yang hingga kini detailnya masih ditutup rapat oleh pihak bank. Akibatnya, keresahan meluas terutama di kalangan:

  • Aparatur Sipil Negara (ASN): Ribuan pegawai yang bergantung pada Bank Jambi untuk penyaluran gaji kini dihantui rasa cemas.
  • Masyarakat Umum: Kekhawatiran mengenai keamanan saldo dan potensi gagal cairnya dana bulanan menjadi topik utama di kalangan nasabah.

Transparansi yang Dipertanyakan

Hingga saat ini, pihak Bank Jambi terkesan masih bungkam dan belum memberikan rincian pasti terkait:

  • Total kerugian atau nilai saldo yang terdampak jika benar terjadi pembobolan.
  • Jumlah pasti nasabah yang mengalami gangguan layanan.
  • Langkah konkret mitigasi untuk memperbarui sistem yang sudah "berumur" tersebut.

Kondisi ini memicu kritik keras karena sistem yang tidak diperbarui selama 14 tahun dianggap sangat rentan terhadap serangan siber (cyber attack) dan tidak lagi mampu menampung beban transaksi digital yang semakin masif di tahun 2026 ini.(*)

0 Komentar

Tewasnya Massa Aksi di Lahan Pertamina, GBRK Semprot Pemprov Jambi: “Cermin Telanjang Matinya Nurani Penguasa!”

JAMBI, — Gerakan Bersama Rakyat Kampus (GBRK) melontarkan kritik keras nan menohok yang diarahkan langsung kepada jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi pasca-tewasnya salah satu massa aksi, inisal Er (63), warga terdampak sengketa lahan Zona Merah PT Pertamina di Kenali Asam Atas, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi. Ketua GBRK, Rio Jodiansyah, menegaskan bahwa tewasnya massa aksi di Kenali Asam Atas bukan sekadar musibah di lapangan, melainkan cermin telanjang dari matinya nurani serta bobroknya fungsi pelayanan publik di Provinsi Jambi. "Almarhum menghembuskan napas terakhirnya di atas tanah sengketa yang ia bela mati-matian sejak pagi hari," ujar Rio Jodiansyah. Dugaan serangan jantung akibat kelelahan fisik ekstrem dan tekanan emosional mendalam menghentikan langkah sang veteran perlawanan warga tersebut. Tragedi ini menjadi puncak gunung es dari kebebalan birokrasi di Provinsi Jambi. Bertahun-tahun warga Kenali Asam Atas memperjuangkan hak atas tanah pemukimannya, be...