Desa Rasa Perusahaan! Warga Sriwulan Kendal Diguyur THR Rp 1 Juta dari Cuan Wisata

CekiNews.com – Siapa bilang hanya karyawan kantoran yang bisa dapat Tunjangan Hari Raya (THR)? Di Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kendal, seluruh warga justru merasakan manisnya "dividen" dari kesuksesan desa mereka. Berkat pengelolaan pariwisata yang moncer, Pemerintah Desa (Pemdes) Sriwulan membagikan THR sebesar Rp 1 juta per Kepala Keluarga (KK).

Pemandangan unik terlihat di Gedung Serba Guna Desa Sriwulan pada Rabu (11/3). Ratusan warga datang dengan wajah sumringah membawa fotokopi KTP dan KK untuk mencairkan dana segar tersebut.

Wisata Arenan Kalikesek Jadi Tambang Emas

Rahasia di balik "kedermawanan" desa ini terletak pada objek wisata Arenan Kalikesek. Destinasi yang dikelola oleh BUMDes Sriwulan Makmur ini sukses mencatatkan laba bersih mencapai Rp 1,4 miliar sepanjang tahun 2025.

Kepala Desa Sriwulan, Sulistyo, mengungkapkan bahwa program bagi-bagi cuan ini sudah menjadi tradisi selama tiga tahun terakhir. Menariknya, nominal yang diterima warga selalu naik setiap tahunnya.

"Tahun 2024 warga dapat Rp 500 ribu, naik jadi Rp 750 ribu di 2025, dan alhamdulillah tahun 2026 ini tembus Rp 1 juta per KK," ujar Sulistyo dengan bangga.

Tak Pilih Kasih, Pendatang Pun Kebagian

Hebatnya lagi, kebijakan ini tidak hanya menyasar warga asli. Sebanyak tujuh warga yang sudah menetap lebih dari enam bulan namun belum mengurus administrasi KK tetap diberikan "uang kaget" sebesar Rp 500 ribu sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka menjaga lingkungan desa.

Bukan hanya sekadar bagi-bagi uang, pendapatan BUMDes juga dialokasikan untuk:

  • Pendidikan: Dukungan bagi siswa berprestasi.

  • Sosial: Bantuan bagi warga yang sakit.

  • Fasilitas: Perbaikan sarana wisata agar semakin menarik minat pengunjung.

Target Tahun Depan: BPJS Gratis untuk Warga

Kesuksesan ini tidak membuat manajemen desa berpuas diri. Direktur BUMDes Sriwulan, Mukh Aminatur Rohman, menyebutkan bahwa pendapatan kotor dari enam unit usaha mereka mencapai Rp 5,9 miliar.

Dengan tren positif ini, Pemdes Sriwulan sudah memasang target tinggi untuk tahun depan. "Keinginan kami adalah menanggung seluruh iuran BPJS Kesehatan warga dari hasil usaha desa. Semoga tahun depan bisa terwujud," tambah Sulistyo.

Bagi warga seperti Mohammad Roni, THR ini adalah berkah besar di bulan Ramadan. "Luar biasa perhatian Pemdes dan BUMDes. Uang ini langsung saya pakai untuk belanja kebutuhan Lebaran keluarga," tuturnya sambil tersenyum lebar.(*) 

0 Komentar

Tewasnya Massa Aksi di Lahan Pertamina, GBRK Semprot Pemprov Jambi: “Cermin Telanjang Matinya Nurani Penguasa!”

JAMBI, — Gerakan Bersama Rakyat Kampus (GBRK) melontarkan kritik keras nan menohok yang diarahkan langsung kepada jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi pasca-tewasnya salah satu massa aksi, inisal Er (63), warga terdampak sengketa lahan Zona Merah PT Pertamina di Kenali Asam Atas, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi. Ketua GBRK, Rio Jodiansyah, menegaskan bahwa tewasnya massa aksi di Kenali Asam Atas bukan sekadar musibah di lapangan, melainkan cermin telanjang dari matinya nurani serta bobroknya fungsi pelayanan publik di Provinsi Jambi. "Almarhum menghembuskan napas terakhirnya di atas tanah sengketa yang ia bela mati-matian sejak pagi hari," ujar Rio Jodiansyah. Dugaan serangan jantung akibat kelelahan fisik ekstrem dan tekanan emosional mendalam menghentikan langkah sang veteran perlawanan warga tersebut. Tragedi ini menjadi puncak gunung es dari kebebalan birokrasi di Provinsi Jambi. Bertahun-tahun warga Kenali Asam Atas memperjuangkan hak atas tanah pemukimannya, be...