CekiNews.com– Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Bersama Rakyat Kampus (GBRK) Jambi menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pusat Bank 9 Jambi pada Selasa, 03 Maret 2026. Aksi ini diwarnai dengan prosesi teatrikal berupa peniupan lilin dan penaburan bunga sebagai simbol duka cita atas matinya transparansi dan keamanan sistem perbankan daerah.
Dalam orasi yang disampaikan di bawah pengawalan aparat kepolisian, GBRK menyampaikan keresahan masyarakat terkait isu keamanan data nasabah yang hingga kini dinilai masih ditutupi oleh pihak manajemen.
Ia juga menyampaikan beberapa tuntutan Mendesak manajemen Bank 9 Jambi untuk memberikan penjelasan jujur dan terbuka mengenai dugaan kebocoran data atau serangan siber yang mengancam dana rakyat.
Meminta Transparansi penuh atas penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) tahun anggaran 2024-2025 yang diduga tidak tepat sasaran.
Meminta OJK Provinsi Jambi melakukan audit menyeluruh terhadap sistem keamanan teknologi informasi di Bank 9 Jambi demi melindungi hak konsumen.
Mendesak Subdit Siber Polda Jambi mengusut tuntas unsur kelalaian atau kesengajaan dalam dugaan peretasan sistem perbankan tersebut.
Menuntut pencopotan direksi atau pejabat yang dianggap tidak kompeten dalam menjaga marwah bank daerah dan transparansi anggaran.
Koordinator aksi, Rio Jodiansyah, menegaskan bahwa aksi ini merupakan wujud kecintaan mahasiswa terhadap daerah agar hak-hak nasabah terjamin sepenuhnya. "Jangan ada yang ditutup-tutupi karena ini menyangkut keamanan dana rakyat," tegasnya di tengah kerumunan massa.
"Kami bosan mendengar alasan 'proses penyelidikan'. Rakyat butuh kejujuran, bukan sekadar janji saldo kembali," tegas orator aksi di depan gedung Bank 9 Jambi. Jika direksi tetap memilih bungkam soal borok internal dan nilai kerugian daerah, maka opsi "Copot Jabatan" adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.
GBRK akan terus menyuarakan kebenaran hingga transparansi di Bank 9 Jambi terwujud sepenuhnya.

0 Komentar