Gelar Aksi Tabur Bunga, GBRK Desak OJK Audit Total Sistem Keamanan Bank 9 Jambi

 

CekiNews.com.– Puluhan aktivis yang tergabung dalam Gerakan Bersama Rakyat Kampus (GBRK) menggelar aksi teatrikal di depan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi, Selasa. Dengan membawa keranda simulasi, tabur bunga, dan prosesi tiup lilin, massa menuntut tindakan tegas regulator terhadap carut-marut sistem teknologi informasi di Bank 9 Jambi.

​Aksi ini merupakan respons atas rentetan gangguan layanan (maintenance) dan kekhawatiran masyarakat terhadap kerentanan serangan siber (hacking) yang dinilai mengancam keamanan dana nasabah di bank plat merah tersebut.

Prosesi tabur bunga di depan gerbang OJK dilakukan sebagai simbol "duka cita" atas lemahnya perlindungan konsumen di Jambi. Sementara itu, tiup lilin dimaknai sebagai redupnya transparansi dan akuntabilitas perbankan daerah dalam mengelola dana publik secara aman.

​"Kami datang membawa pesan darurat. Tabur bunga ini bukan sekadar seremoni, tapi bentuk protes atas matinya fungsi pengawasan OJK Jambi. Bagaimana mungkin bank milik daerah sering mengalami gangguan sistem tanpa ada audit investigatif yang dibuka ke publik?" tegas Koordinator Lapangan GBRK dalam orasinya

​Dalam pernyataan sikapnya, GBRK melayangkan tuntutan keras agar OJK segera melakukan Audit Forensik Digital dan Audit Keamanan Informasi secara menyeluruh terhadap Bank 9 Jambi. Mereka menilai, seringnya terjadi maintenance yang tidak terencana merupakan indikasi adanya kelemahan serius dalam infrastruktur IT.

adapun tuntutan gbrk Mempertanyakan penggunaan anggaran pengembangan teknologi bank yang dinilai tidak sebanding dengan kualitas layanan di lapangan.

OJK Jambi Diminta Jangan "Mandul"
Massa aksi menekankan bahwa sesuai dengan UU P2SK dan UU Perlindungan Data Pribadi (PDP), OJK memiliki wewenang penuh untuk mengevaluasi keandalan sistem elektronik perbankan. GBRK mengancam akan melakukan eskalasi massa ke tingkat nasional jika tuntutan audit ini tidak segera dipenuhi dalam waktu 7x24 jam.

​"OJK jangan mandul. Jika tidak mampu mengaudit Bank 9 Jambi, lebih baik kantor ini dikosongkan saja. Rakyat butuh kepastian bahwa uang mereka aman, bukan sekadar janji-janji perbaikan sistem yang tidak pernah tuntas," pungkas rio

0 Komentar

‎ ‎7 Bulan Tanpa Kepastian, Kasus Pencurian Emas Senilai 600 Juta di Tanjab Timur Disorot

CekiNews.com   – Penanganan kasus kriminal di wilayah hukum Kabupaten Tanjung Jabung Timur kembali mendapat sorotan. H. Ambo Acok, seorang warga Dusun Karya Bakti, Desa Lagan Tengah, Kecamatan Geragai, menyatakan kekecewaannya atas lambatnya progres penanganan kasus pencurian yang menimpa dirinya pada awal September tahun 2025 lalu. ‎ Kronologi Kejadian ‎Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Senin, 1 September 2025 silam. Saat itu, kediaman H. Ambo Acok dalam keadaan kosong. Pencuri berhasil menggasak sejumlah harta benda berharga, di antaranya sejumlah perhiasan emas berkisar 200 gram atau setara 600juta, satu unit telepon genggam, sejumlah uang tunai. ‎H. Ambo Acok mengungkapkan bahwa selama dua bulan pertama setelah kejadian, hampir tidak ada perkembangan berarti dari pihak kepolisian setempat. Merasa laporannya jalan di tempat, korban kemudian berinisiatif mencari keadilan dengan mendatangi pihak Kepolisian Daerah (Polda) untuk melaporkan keluhannya. ‎"Sekitar dua bulan ti...