Ironi ASN Merangin: Menjadi “Penyelamat” di Tengah Ilegalitas Tambang, Profesionalitas Dipertaruhkan

CekiNews.com-Publik Kabupaten Merangin dihebohkan dengan beredarnya rekaman percakapan yang menyeret nama seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial AR. Alih-alih menjaga marwah sebagai pelayan publik, AR justru blak-blakan mengaku sering menjadi "penengah" dalam konflik aktivitas Tambang Emas Tanpa Izin (PETI).

Pengakuan ini bukan sekadar bualan warung kopi, melainkan sebuah sinyal merah bagi integritas birokrasi di Merangin.

Dalam rekaman tersebut, AR membantah kepemilikan alat berat di kawasan Air Liki. Namun, pembelaannya justru membuka kotak pandora yang lebih besar. Ia mengklaim sering membantu "menyelesaikan masalah" di lapangan, bahkan mengaku memfasilitasi pertemuan antara aparat penegak hukum (Polres dan Kodim) dengan Kepala Desa setempat.

“Kalau ada masalah di Air Liki, biasanya saya yang bantu selesaikan,” ujar AR dalam rekaman tersebut.

Pernyataan ini memicu kritik pedas. Secara etika dan aturan kepegawaian, dalam kapasitas apa seorang ASN memposisikan dirinya sebagai fasilitator di lingkaran aktivitas ilegal? Jika tujuannya adalah kondusivitas, mengapa yang difasilitasi adalah urusan tambang yang jelas-jelas merusak lingkungan dan melanggar hukum?

AR berkilah bahwa keterlibatannya hanyalah upaya menjaga situasi agar tidak "ribut." Ia bahkan mulai "bernyanyi" dengan menyenggol keterlibatan pihak lain di tingkat desa.

“Ada juga yang bermain di bawah. Saya cuma bantu supaya tidak ribut,” dalihnya.

Sikap AR yang terkesan tahu banyak namun hanya berperan sebagai "pemadam kebakaran" alih-alih melaporkan pelanggaran hukum, menunjukkan adanya **normalisasi terhadap praktik ilegal** di lingkungan birokrasi Merangin.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Merangin dan aparat penegak hukum (APH) masih bungkam. Diamnya pihak berwenang di tengah pengakuan gamblang seorang ASN terkait aktivitas PETI menimbulkan pertanyaan besar:

 Apakah tindakan "fasilitasi" ini dianggap lumrah dalam sistem kerja di Merangin?

 Sejauh mana hubungan antara oknum ASN, aparat, dan pelaku tambang ilegal ini sebenarnya terjalin?


0 Komentar

Tewasnya Massa Aksi di Lahan Pertamina, GBRK Semprot Pemprov Jambi: “Cermin Telanjang Matinya Nurani Penguasa!”

JAMBI, — Gerakan Bersama Rakyat Kampus (GBRK) melontarkan kritik keras nan menohok yang diarahkan langsung kepada jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi pasca-tewasnya salah satu massa aksi, inisal Er (63), warga terdampak sengketa lahan Zona Merah PT Pertamina di Kenali Asam Atas, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi. Ketua GBRK, Rio Jodiansyah, menegaskan bahwa tewasnya massa aksi di Kenali Asam Atas bukan sekadar musibah di lapangan, melainkan cermin telanjang dari matinya nurani serta bobroknya fungsi pelayanan publik di Provinsi Jambi. "Almarhum menghembuskan napas terakhirnya di atas tanah sengketa yang ia bela mati-matian sejak pagi hari," ujar Rio Jodiansyah. Dugaan serangan jantung akibat kelelahan fisik ekstrem dan tekanan emosional mendalam menghentikan langkah sang veteran perlawanan warga tersebut. Tragedi ini menjadi puncak gunung es dari kebebalan birokrasi di Provinsi Jambi. Bertahun-tahun warga Kenali Asam Atas memperjuangkan hak atas tanah pemukimannya, be...