Peringati Hari Anti Narkoba Sedunia, DPD GANNAS Jambi dan BNN Provinsi Jambi Perkuat Komitmen Rehabilitasi Korban



Kota Jambi – Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba Sedunia, DPD Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS) Jambi melakukan audiensi dan silaturahmi dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jambi, Brigjen Pol. Asep Saepudin, S.I.K., pada Kamis (25/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPD GANNAS Jambi, M. Adi Satria, S.E., M.E., menegaskan komitmen masyarakat sipil untuk menjadi mitra strategis BNN dalam Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Provinsi Jambi.

Kepala BNN Provinsi Jambi, Brigjen Pol. Asep Saepudin, menyoroti tantangan besar dalam menangani penyalahgunaan narkotika, di mana tingkat prevalensi di Indonesia telah mencapai 2,11% dari total usia produktif, atau setara dengan sekitar 4,15 juta jiwa. Ia menegaskan bahwa pecandu narkoba adalah korban yang menderita penyakit kecanduan dan memerlukan penanganan medis, bukan sekadar pemenjaraan.

"Orang yang terjangkit candu narkoba membutuhkan perawatan psikis dan medis. Di Indonesia hanya terdapat tujuh pusat rehabilitasi besar, sementara ada sekitar 4 juta jiwa yang terdampak. Ini yang harus kita dorong, penyakit harus disembuhkan terlebih dahulu," ujar Kepala BNN Provinsi Jambi.

Pertemuan ini juga menyoroti pergeseran modus peredaran narkoba yang kini menyasar generasi muda melalui gaya hidup, seperti penggunaan rokok elektrik (e-cigarettes). Zat adiktif berbahaya seperti MDMA (ekstasi) dan Etomidate kini diracik dalam bentuk cairan (liquid) yang dikemas dalam katrij.

Berdasarkan studi medis, konsumsi zat tersebut membawa risiko kesehatan fatal, mulai dari kerusakan otak permanen dan gagal organ, hingga kematian mendadak akibat henti napas. Selain itu, laporan Ditresnarkoba Polda Jambi mencatat kenaikan kasus pengungkapan narkotika sebesar 13,95% pada tahun 2025 dengan total 931 kasus, yang menunjukkan signifikansi peredaran barang haram tersebut di wilayah Jambi.

Merespons situasi tersebut, DPD GANNAS Jambi menyatakan kesiapan jaringan relawannya untuk terus berkolaborasi dengan BNN guna mewujudkan Jambi yang bebas dari narkoba. Audiensi ini diakhiri dengan kesepakatan untuk mempererat sinergi antara lembaga pemerintah dan masyarakat sipil dalam menekan peredaran narkotika serta mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda yang rentan terhadap modus-modus baru tersebut.


0 Komentar

Tewasnya Massa Aksi di Lahan Pertamina, GBRK Semprot Pemprov Jambi: “Cermin Telanjang Matinya Nurani Penguasa!”

JAMBI, — Gerakan Bersama Rakyat Kampus (GBRK) melontarkan kritik keras nan menohok yang diarahkan langsung kepada jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi pasca-tewasnya salah satu massa aksi, inisal Er (63), warga terdampak sengketa lahan Zona Merah PT Pertamina di Kenali Asam Atas, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi. Ketua GBRK, Rio Jodiansyah, menegaskan bahwa tewasnya massa aksi di Kenali Asam Atas bukan sekadar musibah di lapangan, melainkan cermin telanjang dari matinya nurani serta bobroknya fungsi pelayanan publik di Provinsi Jambi. "Almarhum menghembuskan napas terakhirnya di atas tanah sengketa yang ia bela mati-matian sejak pagi hari," ujar Rio Jodiansyah. Dugaan serangan jantung akibat kelelahan fisik ekstrem dan tekanan emosional mendalam menghentikan langkah sang veteran perlawanan warga tersebut. Tragedi ini menjadi puncak gunung es dari kebebalan birokrasi di Provinsi Jambi. Bertahun-tahun warga Kenali Asam Atas memperjuangkan hak atas tanah pemukimannya, be...