CEKINEWS.COM Jakarta, 28 Juli 2026, Forum Pemuda Pengawal Sosial (FORPASOS) menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang memfasilitasi pertemuan rekonsiliatif antara advokat Hotman Paris Hutapea dan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Akhmad Munir, menyusul polemik yang berujung pada laporan dugaan penghinaan profesi wartawan ke Polda Metro Jaya.
Ketua Umum FORPASOS, Ilham Setiawan, menyatakan bahwa langkah tersebut mencerminkan kualitas kenegarawanan yang kian langka di tengah budaya politik yang cenderung transaksional dan reaksioner.
> "Kita hidup di era ketika ruang publik lebih sering dipakai untuk mempertajam perpecahan ketimbang merawat akal sehat bersama. Maka ketika seorang pemimpin lembaga negara memilih turun tangan bukan untuk menghakimi, melainkan untuk membuka ruang dialog dan permintaan maaf yang tulus, itu adalah preseden baik yang patut didukung, bukan dicurigai secara apriori," ujar Ilham Setiawan.
Ilham—yang juga tercatat sebagai mantan Kepala Bidang Pembinaan Aparat dan Perguruan Tinggi (PTKP) Badko HMI Jabodetabeka-Banten serta mantan Fungsionaris Pengurus Besar HMI—menegaskan bahwa dalam tradisi pemikiran kebangsaan, penyelesaian sengketa sosial tidak selalu harus berujung pada jalur hukum yang keras. Ada ruang bagi apa yang disebutnya sebagai "keadaban restoratif", yakni penyelesaian konflik yang mengedepankan pemulihan hubungan sosial tanpa mengabaikan prinsip keadilan.
Lebih lanjut, Ilham Setiawan menjelaskan bahwa mediasi yang dilakukan Dasco tidak semestinya dibaca sebagai bentuk intervensi kekuasaan terhadap proses hukum yang berjalan, melainkan sebagai ekspresi dari fungsi representasi politik yang genuine: mendengarkan, mempertemukan, dan mendorong penyelesaian secara bermartabat.
> "Permintaan maaf yang disampaikan secara terbuka, dan diterima dengan lapang dada, adalah bentuk kedewasaan berbangsa yang semestinya kita rayakan sebagai preseden baik. Ini bukan tentang siapa menang dan siapa kalah, melainkan tentang bagaimana kita, sebagai bangsa, memilih untuk terus bisa duduk satu meja meski pernah berselisih," tambahnya.
Sebagai organisasi kepemudaan yang lahir dari tradisi intelektual-kritis, FORPASOS turut menggarisbawahi pentingnya transparansi dalam setiap proses mediasi yang melibatkan pejabat publik. Ilham Setiawan menyampaikan bahwa dukungan FORPASOS terhadap langkah Dasco tidak bersifat mutlak tanpa syarat, melainkan disertai harapan agar semangat rekonsiliasi ini tidak mengaburkan pentingnya independensi pers dan etika komunikasi publik ke depan.
> "Kami mendukung langkah ini sebagai teladan penyelesaian konflik yang beradab. Namun dukungan ini bukan berarti kami menutup mata terhadap pentingnya evaluasi ke depan, agar semangat persatuan tidak disalahartikan sebagai pembenaran untuk membungkam kritik, baik dari advokat maupun dari insan pers," pungkas Ilham Setiawan.
FORPASOS berharap momentum ini dapat menjadi inspirasi bagi para pemangku kepentingan lain dalam menyelesaikan perselisihan publik secara elegan, tanpa mengorbankan prinsip keadilan maupun kebebasan berekspresi yang menjadi pilar demokrasi.
Forum Pemuda Pengawal Sosial (FORPASOS) adalah organisasi kepemudaan yang berfokus pada isu-isu kebangsaan, keadaban publik, dan pengawasan sosial terhadap dinamika politik.

0 Komentar